Kamis, 12 Juli 2012

HAJI DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN

Rukun Islam yang kelima adalah melaksanakan haji. Ia wajib dikerjakan bagi orang yang mampu. Artinya, parameter kewajiban itu adalah mampu untuk melaksanakannya. Sehingga, disini tergambar bahwa Islam tidak memberatkan bagi umatnya dalam mengikuti segala ajarannya selama ada halangan yang membuatnya tidak bisa memenuhi kewajiban itu. Ada pertimbangan-pertimbangan yang bersifat kemanusiaan dalam menjalankan tuntunan agama. Hal ini menjadi salah satu bukti bahwa ibadah yang dikerjakan bukan semata-mata untuk Allah, tetapi untuk kepentingan manusia sendiri. Termasuk pada persoalan ibadah haji.
Sudah maklum, haji merupakan ibadah yang dilakukan dalam satu waktu (hanya beberapa hari) sepanjang tahun dan disatu tempat. Sehingga, ia meniscayakan untuk dikerjakan bersama-sama dengan umat Islam lain. Makanya, ada kalangan yang kemudian menyebut haji sebagai sarana pertemuan umat Islam sedunia.

Definisi Haji
Dalam ensiklopedi Islam, haji berarti menyengaja atau menuju dan mengunjungi. Ia diambil dari etimologi bahasa Arab dimana kata haji mempunyai arti qashd, yakni tujuan, maksud, dan menyengaja. Menurut istilah syara’, haji ialah menuju ke Baitullah dan tempat-tempat tertentu untuk melaksanakan amalan-amalan ibadah tertentu pula. Yang dimaksud dengan tempat-tempat tertentu dalam definisi di atas, selain Ka’bah dan Mas’a (tempat sa’i), juga Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Sedangkan yang dimaksud dengan waktu tertentu ialah bulan-bulan haji yang dimulai dari Syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Sedangkan amal ibadah tertentu ialah thawaf, sa’i, wukuf, mabit di Muzdalifah, melontar jumrah, mabit di Mina, dan lain-lain.

Ibadah yang merupakan rukun Islam kelima ini adalah wajib dilaksanakan oleh umat Islam yang memiliki kemampuan (istita’ah) mengerjakannya. Makanya, di antara syarat wajib haji selain harus beragama Islam, berakal, baligh, juga disyaratkan memiliki kemampuan untuk melaksanakannya, baik kemampuan dalam soal harta, fisik maupun mental, dan merdeka (bukan hamba sahaya).
Pemahaman tersebut didasarkan pada al-Qur’an surat Ali Imran yang menyebutkan:
“Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (diantaranya) maqam Ibrahim; barang siapata memasukinya (Baitullah) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup melakukan perjalanan ke sana; barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya dari semesta alam” (QS. Ali Imron: 97)

Haji Dalam al-Qur’an
Mengenai bagaimana konsep haji di dalam Islam, ia bisa dilihat di dalam al-Qur’an. Cukup banyak pembahasan tentang ibadah haji dalam al-Qur’an. Selain surat Ali Imran: 97 dan dalam bentuk surat tersendiri di dalam al-Qur’an, yaitu al-Hajj, ada ayat lain yang juga menjelaskan tentang ritual haji tersebut, di antaranya:
“Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syi’ar Allah. Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barang siapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha mensyukuri kebaikan lagi maha Mengetahui”. (QS. Al-Baqarah: 158)

“Allah telah menjadikan Ka’bah, rumah suci itu sebagai qiyaman bagi manusia, dan (demikian pula) bulan Haram, had-y, dan al-qala’id. Yang demikian itu agar kamu tahu, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit serta apa yang ada di bumi dan bahwa sesunguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”. (QS. Al-Maidah: 97)

 Tujuan Haji Perspektif al-Qur’an;
“Maqashid al-Hajj” barangkali istilah yang belum populer di kalangan umat Islam pada umumnya. Istilah yang kurang lebih bermakna tujuan-tujuan haji atau maksud yang diinginkan dari ibadah haji ini menyimpan banyak hakikat penting tentang rukun Islam yang kelima ini.

Kenyataan yang masih sedikit disadari banyak umat Islam adalah bahwa setiap ibadah dalam Islam ada “maqashid”-nya, ada tujuan yang mesti direalisasi, ada hikmah besar yang seharusnya terwujud melalui ibadah-ibadah ritual. Kerapkali umat Islam melakukan ibadah tanpa berusaha menghidupkan ruh yang terdapat dalam ibadah tersebut. 

Beberapa ulama dan pemikir Islam berusaha mengeksplorasi makna-makna penting yang tersimpan dalam ibadah haji ini. Abbas Kararah, misalnya, mengkhususkan sebuah kitab berjudul Kitab al-Din wa Hajj yang menyingkap makna penting dan hikmah-hikmah yang tersimpan dalam rukun-rukun Islam yang sering kali terlupakan, yaitu rukun shalat, zakat, puasa dan haji. Pemikir Islam Iran Ali Shariati juga mengarang sebuah buku khusus membahas tinjauan filosofis spiritual dalam ibadah multi nasional ini.

Sesuai dengan rukun Islam, maka kewajiban bagi umat Islam setidaknya terdapat pada empat hal (shalaat, zakat, puasa dan haji) tersebut. Dan ibadah haji merangkai semua jenis ibadah itu dalam rangkaian yang sempurna. Dimulai dari deklarasi ihram yang wajib diucapkan secara lisan, seorang haji harus menahan diri dari berbagai larangan tertentu selama masih berihram. 

Kemudian dilanjutkan dengan thawaf dan sa’i yang melibatkan seluruh tubuh. Dilengkapi dengan wukuf di Arafah dan lempar jumrah, prosesi diakhiri dengan menyembelih hewan kurban yang merupakan ibadah harta. 

Bahkan ibadah haji adalah ibadah yang paling menyita energi dan menelan biaya. Seluruh kemampuan yang diperlukan dalam ibadah-ibadah sebelumnya tercurah pada ibadah haji, sehingga pantas dikatakan bahwa ibadah haji adalah puncak ketaatan. Sebab, ibadah diniyah dan ibadah maliyah sama-sama tercakup di dalam haji.

Makanya, dari seluruh rangkaian ibadah haji tersebut ada hikmah-hikmah yang dapat dipetik. Hikmah teologis sudah pasti ada di dalamnya karena ia memang ibadah ta’abbudiyah bagi umat Islam. Tetapi, ada sisi lain yang tidak bisa dinafikan begitu saja oleh umat Islam bahwa haji juga memilik pengaruh pada ranah sosial budaya.

TEMPAT UNTUK MULAI BERIHRAM / MIQOT

 TEMPAT UNTUK MEMULAI BERIHRAM DAN NIATNYA ( MIQOT )


Nabi Muhammad saw telah menentukan lima tempat untuk bisa memulai ihram ( miqot ), maka wajib bagi yang hendak berhaji atau umrah ber ihram darinya.

  1. DZUL HALIFAH : adalah miqotnya penduduk Madinah dan orang-orang yang datang melewatinya, tempat itu sekarang dinamakan " Bir Ali "sekitar 450 KM dari Mekkah Al Mukarramah.
  2. AL JUHFAH adalah miqotnya penduduk Syam ( Suriah ), Mesir, Magribi ( Maroko ) dan orang yang melewatinya. Tempat ini berada didekat kota Rabig , banyak orang ber ihram dari Rabig yang jaraknya sekitar 183 KM dari Mekkah.
  3. QORNUL MANAZIL adalah miqotnya penduduk Najed dan orang-orang yang melewatinya, sekarang dinamakan " Sail Al Kabir " jaraknya 75 KM dari Mekkah.
  4. YALAMLAM adalah miqotnya penduduk Yaman dan orang-orang yang melewatinya, sekarang orang-orang bermiqot dari Assadiyah jaraknya 92 KM dari Mekkah.
  5. DZAT IRQIN adalah miqotnya penduduk Irak dan orang-orang yang melewatinya, jaraknya 94 KM dari Mekkah.
Masjid Tanim tempat miqot

          Kewajiban bagi orang-orang yang melewati tempat-tempat diatas bagi yang hendak   melaksanakan umrah atau haji adalah berihram , bagi yang melampaui dengan sengaja tanpa berihram wajib kembali ketempat itu  dan memakai ihram darinya, kalau tidak maka ia dikenakan DAM seekor kambing disembelihnya di Mekkah dan dagingnya dibagikan kepada fakir miskin setempat. Penduduk Mekkah berihram dari Mekkah untuk berhaji. Sedang untuk berumrah mereka harus berihram dari tanah halal diluar batas tanah haram seperti Tanim atau Jironnah. Sedangkan penduduk yang tinggal berada diarea miqot seperti penduduk Jeddah, Mustaurah, Badar, Bahrah, Umu Sulem, Syaroi dll mereka itu berihram dari rumahnya. Tempat-tempat tinggal mereka menjadi tempat miqot bagi mereka semua.

Selasa, 10 Juli 2012

TESTIMONI JEMAAH ARMINAREKA PERDANA





Photo Dubes Peru sbg Jemaah Arminareka
 
Testimoni Kedubes PERU


   











































   







Rabu, 04 Juli 2012

PAKET UMRAH PLUS



PAKET UMRAH PLUS


HARGA UMRAH PLUS  (  12 HARI  )

USD. 3050,-
USD. 3150,-
USD. 3250


NO


PAKET  UMRAH  PLUS



1



UMRAH + ISTAMBUL
MEK: 3 H/3M, MAD: 3H/3M  JED: 1M, IST: 3H/2M

2

UMRAH + CAIRO
MEK: 3H/3M, MAD: 3H/3M, JED:1M, CAI: 3H/2M


3

UMRAH + DUBAI
MEK: 3H/3M, MAD: 3H/3M, JED: 1M, DUB: 3H/2M


4

UMRAH + AMMAN & JERUSALEM
MEK: 3H/3M, MAD: 3H/3M, JED: 1M, JER: 3H/2M

  H = Hari                                                                                    M = Malam

** Catatan : Harga Paket Umrah Plus Masih Estimasi

Akomodasi / Hotel :

  MEKKAH               :   GRAND EIMAN INN / AL MASSA HOTEL
                               GRAND HIJRAH / OLAYAN HOTEL 
 MADINAH         :   DALLAH TAIBAH / FAYRUZ HOTEL
                               SAFIR SAHA / DURAT ANDALUS  
JEDDAH        :    AL AZHAR / TRIDENT HOTEL / HOLIDAY INN 
 ISTAMBUL     :   ERESIN TAXIM / SENATOR HOTEL/ GRAND ONS HOTEL
C A I R O      :   CAIRO KHAN / GRAND PYRAMIDS/ OASIS HOTEL
JERUSALEM :  SEVEN ARCHES HOTEL / DAYS INN HOTEL
DUBAI          :   ASCOT HOTEL / LOTUS HOTEL / RIVIERA HOTEL

** HARGA PAKET UMRAH / HAJI PLUS  dapat berubah se-waktu2 tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

**CATATAN:
1.       Booking Seat 2 bulan sebelum keberangkatan sebesar:
** 300 USD Untuk Umrah Executive & Standard + Rp 750.000,-
** 500 USD untuk Umrah Ramadhan + Rp 750.000,-
( Airport Tax, Handling Bagasi di Bandara dan Perlengkapan.
      2.       Penyerahan Dokumen lengkap paling lambat 1,5 bulan sebelum Keberangkatan.
      3.       Pelunasan Pembayaran dilakukan 1 bulan sebelum keberangkatan.
      4.       Paket Umrah Standard ( 15 hari ), Pemberangkatan 1 bulan sekali disesuaikan dengan jumlah Jamaah ( minimal 40 jamaah ).
      5.       Harga Paket Umrah Plus tersebut diatas adalah Harga Group
( minimal 15 jamaah ).
      6.       Apabila kurang dari 15 jamaah, harga tersebut diatas ditambah 155 USD / jamaah.
      7.       Harga Visa Turki & Airport Tax + Rp. 1.500.000,-


Selasa, 03 Juli 2012

JADWAL UMRAH RAMADHAN 2013






NO

PAKET UMRAH
TGL BERANGKAT

QUARTS

TRIPLE

DOUBLE

AIRLINE

1

Umrah Akhir Ramadhan


USD 3500,

-


-

GARUDA

2


Umrah Akhir Ramadhan


USD 3,500


USD 3,800

-

GARUDA

3


Umrah Akhir Ramadhan



USD 3,500

-

-


GARUDA

4


Umrah 12Hr-Lion



USD 2,550

-

-


LION

5

Umrah Tengah Ramadhan


USD 2,550

USD 2,800

USD 3,050

GARUDA

6

Umrah Tengah Ramadhan


USD 2,350

-

-

BATAVIA

7

Umrah Tengah Ramadhan


USD 2,550

USD 2,800

USD 3,050

GARUDA

8

Umrah Tengah Ramadhan


USD 2,350

USD 2,600

USD 2,850

LION

9

Umrah Tengah Ramadhan


USD 2,350

-

-

BATAVIA

10

Umrah
Full Ramadhan

USD 3,850

-

-

GARUDA

11

Umrah
Awal Ramadhan


USD 2,550

USD 2,800

USD 3,050

GARUDA

12

Umrah
Awal Ramadhan


USD 2,550

USD 2,800

USD 3,050

GARUDA

13

Umrah
Full Ramadhan


USD 3,850

-

-

GARUDA

14

Umrah
Awal Ramadhan


USD 2,550

-


-

GARUDA


15


Umrah
Awal
Ramadhan


USD 2,550


USD 2,800


USD 3,050


GARUDA

16

Umrah
9Hr-
Batavia



USD 2,350

USD 2,600

USD 2,850  

BATAVIA

17

Umrah
Awal Ramadhan


USD 2,350

USD 2,600

USD 2,850  

LION

18

Umrah
Awal Ramadhan


USD 2,550

USD 2,600

USD 2,850  

GARUDA

19

Umrah
9Hr
Garuda


USD 2,250

USD 2,300

USD 2,350 

GARUDA

20

Umrah
9Hr-
Garuda


USD 2,250

USD 2,300

USD 2,350 

GARUDA

-->
























































































































Bottom of Form